Kamis, 09 Agustus 2012

RIWAYAT HIDUP



Abidin Andi Baharuddin, lahir di Paret-Pidi Provinsi Riau tahun 1962.
Anak kedua dari enam bersaudara buah perkawinan Andi Baharuddin dan 
Hj. Andi    Marwah.

Tamat sekolah Dasar Negeri 1 Kuala Enok tahun 1975. 
Tamat SMP Negeri1    Sengkang tahun 1981. 
        
Tamat SMA Negeri 1 Sengkang tahun 1984,  
Melanjutkan studi ke FPOK IKIP Ujung Pandang dan selesai tahun 1988. 

Tahun 1996 melanjutkan pendidikan kejenjang S2 Program Studi Imu Kedokteran Dasar Jurusan     Faal dan Kesehatan Olahraga pada Pascasarjana Universitas Negeri Padjadjaran dan selesai tahun1999. 

Pada tahun 2009 melanjutkan pendidikan kejenjang S3 Prodi Pendidikan Olahraga pada Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta dan selesai maret 2012.

Peregangan (streaching)


Beberapa Hal Penting Mengenai Peregangan


Peregangan adalah salah satu bentuk persiapan awal dalam melakukan aktivitas olahraga, termasuk olahraga beladiri. Pada perguruan beladiri moderen biasanya dalam latihan sudah dimasukkan unsur ilmu kesehatan dan olahraga, di antaranya teknik peregangan. Teknik peregangan perlu dikuasai oleh para pelatih dan atlet karena manfaatnya sangat besar, namun tentu saja setiap cabang olahraga di samping memiliki teknik peregangan yang bersifat umum juga memiliki teknik peregangan yang lebih spesifik. Pada kesempatan ini sebagai pendahuluan akan diuraikan beberapa manfaat melakukan pemanasan, peregangan, serta beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan peregangan.
Sebelum melakukan peregangan sebaiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan (warm-up), walaupun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa pemanasan sebaiknya dilakukan setelah melakukan peregangan. Pemanasan merupakan salah satu bagian dasar dari program latihan permulaan yang terdiri dari sekelompok latihan yang dilakukan pada saat hendak melakukan aktivitas olahraga.
Beberapa manfaat melakukan pemanasan adalah sebagai berikut:

SISTEM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

Oleh:
Abidin


A.   Pendahuluan
Masyarakat yang maju kaya dan makmur, dengan kenyamanan dan kemudahan yang didukung oleh mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami derita yang diakibatkan oleh kemajuan tersebut. Kini ancaman yang dihadapi mereka adalah penyakit yang diakibatkan kurangnya gerak. Sebagai akibatnya, yaitu penyakit degeratif, seperti penyakit  jantung koroner,  tekanan darah tinggi dan lain-lainnya yang meningkat  sehingga berpengaruh terhadap mutu kehidupan mereka.
Tahukah bahwa di belanda, biaya perawatan kesehatan meningkat 2,5 persen,  di kanada 6 persen,  dan di Amerika mencapai 8 persen. Hal ini diakibatkan warga masyarakat kurang melakukan aktivitas jasmani (Rusli Lutan, 2001: 16). Secara ekonomi keadaan tersebut dianggap sebagai ancaman yang merugikan. Karena selain bisa menurunkan  produktivitas kerja juga bisa meningkat biaya perawatan kesehatan. Di Indonesia sendiri keadaan tersebut juga telah berkembang dalam jangkauan yang luas.  Kadaan itu terjadi terutama di kota-kota  bahkan kini sudah sampai  ke desa-desa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting